Semua Karna CINTA
Aku tau. . .
Kau mendua di balik mataku
Aku tau. . .
Kau ada karna rasa kesepian hatimu
Namun ku rela . . .
Meski luka yang kau tanam dalam dada
Aku terima . . .
Walaupun ku sebagai pengobat kesepian jiwa
Karna engkaulah bahagia
Karna hadirmulah ku tertawa
Tanpamu ku lebih tersiksa
Denganmu ku nikmati indah cinta
Biarlah ku terluka
Menangis berurai air mata
Mungkin ini kebodohan cinta
Namun ku ihklas melakukanya
Katakan Cinta
Kenapa..
Kenapa kau diam saja
Kenapa..
Kau berubah tak seperti biasanya
Salahkah aku..?
Jika ku jalan dengan sahabatmu
Salahkah aku..?Jika ku mencoba dekat dengan selain kamu
Bukankah kita tak menjalin rasa
Bukankah kita hanya teman biasa
Lalu untuk apa kau diam seribu bahasa
Atau mungkin kau cemburu melihatku bersamanya
Harusnya kau nyatakan cinta
Karena jujur aku menantikanya
Harusnya kau mulai hubungan kita
Hingga tak ada lagi salah sangka
Kenapa..
Kenapa kau diam saja
Kenapa..
Kau berubah tak seperti biasanya
Salahkah aku..?
Jika ku jalan dengan sahabatmu
Salahkah aku..?Jika ku mencoba dekat dengan selain kamu
Bukankah kita tak menjalin rasa
Bukankah kita hanya teman biasa
Lalu untuk apa kau diam seribu bahasa
Atau mungkin kau cemburu melihatku bersamanya
Harusnya kau nyatakan cinta
Karena jujur aku menantikanya
Harusnya kau mulai hubungan kita
Hingga tak ada lagi salah sangka
Bila Nanti
Ku ingin kau jadi tongkat..
Saat ku tak dapat melihat..
Tuntunlah langkah kaki..
Melintasi hamparan bumi..
Bila nanti ku tak mampu..
Menatap indah matamu..
Jadilah sinarku..
Beri cahaya hatiku..
Bila suatu hari nanti..
Ku tak sanggup berjalan sendiri..
Jadilah kompas hati..
Penunjuk arah diri ini..
Bila ku tak sanggup lagi..
Menjadi bidadari pujaan hati..
Ku mohon ketulusanmu..
Tuk tetap menyayangiku..
Ku ingin kau jadi tongkat..
Saat ku tak dapat melihat..
Tuntunlah langkah kaki..
Melintasi hamparan bumi..
Bila nanti ku tak mampu..
Menatap indah matamu..
Jadilah sinarku..
Beri cahaya hatiku..
Bila suatu hari nanti..
Ku tak sanggup berjalan sendiri..
Jadilah kompas hati..
Penunjuk arah diri ini..
Bila ku tak sanggup lagi..
Menjadi bidadari pujaan hati..
Ku mohon ketulusanmu..
Tuk tetap menyayangiku..
Rasa Yang Telah Mati
Ku cuba untuk memahami..
Dan ku cuba untuk mengerti..
Namun semua diluar kendali..
Cintamu tak berarah kini..
Kau cuba tuk tutupi..
Kau selalu salahkan hati..
Seakan semua tak kumengerti..
Tentang rindu dihatimu ini..
Ku cuba tegarkan diri..
Tanpa kau disini..
Ku kan melangkah dengan pasti..
Tanpa jiwamu yang mendampingi..
Ku cuba untuk memahami..
Dan ku cuba untuk mengerti..
Namun semua diluar kendali..
Cintamu tak berarah kini..
Kau cuba tuk tutupi..
Kau selalu salahkan hati..
Seakan semua tak kumengerti..
Tentang rindu dihatimu ini..
Ku cuba tegarkan diri..
Tanpa kau disini..
Ku kan melangkah dengan pasti..
Tanpa jiwamu yang mendampingi..
Pagi Yang Indah
Kan ku sapa pagi dengan senyuman,
Karna pagimu memberikan kesegaran,
Lewat embun yg jatuh di antara riak daun,
Lewat desau angin yang bertiup perlahan,
Aku nikmati pagi yg indah ini,
Bersama hangatnya sang mentari,
Agar kebekuan di hati hilang,
Seiring hadirnya cinta yg kan kujelang,
Kan ku sapa pagi dengan senyuman,
Karna pagimu memberikan kesegaran,
Lewat embun yg jatuh di antara riak daun,
Lewat desau angin yang bertiup perlahan,
Aku nikmati pagi yg indah ini,
Bersama hangatnya sang mentari,
Agar kebekuan di hati hilang,
Seiring hadirnya cinta yg kan kujelang,
Aku Kesandung Cinta
Aku terjatuh..
Terjerambab ke dalam peluk cintamu..
Mencoba untuk meronta..
Namun hanya membuatku semakin cinta..
Aku tak berdaya..
Terpasung cinta yang bergelora..
Aku tak kuasa..
Menolak rasa yang bergejolak di dalam dada..
Aku kesandung cinta..
Berurai canda penuh tawa..
Indah rona pelangi jiwa..
Melenakan aku dalam buai api asmara..
Aku kesandung cinta..
Bukan sakit tapi aku bahagia..
Bukan menangis tapi aku tertawa..
Bukan menolak tapi aku mengharapkannya..
Aku terjatuh..
Terjerambab ke dalam peluk cintamu..
Mencoba untuk meronta..
Namun hanya membuatku semakin cinta..
Aku tak berdaya..
Terpasung cinta yang bergelora..
Aku tak kuasa..
Menolak rasa yang bergejolak di dalam dada..
Aku kesandung cinta..
Berurai canda penuh tawa..
Indah rona pelangi jiwa..
Melenakan aku dalam buai api asmara..
Aku kesandung cinta..
Bukan sakit tapi aku bahagia..
Bukan menangis tapi aku tertawa..
Bukan menolak tapi aku mengharapkannya..
AKU ADA UNTUKMU
Seakan ku lihat wajahmu di atas sana
Tersenyum menatap wajahku penuh cinta
Namun ku lihat raut duka di sorot mata
Dan bening kristal itu jatuh meninggalkan luka
Mengapa kekasihku . . .
Bukankah ku disini menantimu
Apa yang terjadi padamu
Jangan kau buat hatiku gelisah tak menentu
Aku disini . . .
Kasihmu selalu di hati
Cintamu terikat pada janji
Sayangku tulus dan suci
Ceritakan padaku . . .
Dilema yang ada di hidupmu
Kan ku temani malammu . . .
Meski kini ku jauh tak di sampingmu
Seakan ku lihat wajahmu di atas sana
Tersenyum menatap wajahku penuh cinta
Namun ku lihat raut duka di sorot mata
Dan bening kristal itu jatuh meninggalkan luka
Mengapa kekasihku . . .
Bukankah ku disini menantimu
Apa yang terjadi padamu
Jangan kau buat hatiku gelisah tak menentu
Aku disini . . .
Kasihmu selalu di hati
Cintamu terikat pada janji
Sayangku tulus dan suci
Ceritakan padaku . . .
Dilema yang ada di hidupmu
Kan ku temani malammu . . .
Meski kini ku jauh tak di sampingmu
Masihkah Kau Rindu Aku ...
Kau yang disana.
Masihkah ada setetes rindu untukku.
Mengingatku..
Namaku..
Kisah kita memang sudah berakhir.
Cinta kita tinggalkan cerita.
Tak akan mungkin..
Kenangan kita kembali terulang..
Masihkah ada cinta diantara kita.
Rasanya ku tak sanggup katakan.
Bibirku terasa berat ungkapkan rasa.
Hanya bisa kukatakan rindu.
Akan wajahmu..
Suaramu..
Tak lebih dan takn pernah mengharap lebih.
Janji hatiku padamu biarkan kau bahagia..
Kau yang disana.
Masihkah ada setetes rindu untukku.
Mengingatku..
Namaku..
Kisah kita memang sudah berakhir.
Cinta kita tinggalkan cerita.
Tak akan mungkin..
Kenangan kita kembali terulang..
Masihkah ada cinta diantara kita.
Rasanya ku tak sanggup katakan.
Bibirku terasa berat ungkapkan rasa.
Hanya bisa kukatakan rindu.
Akan wajahmu..
Suaramu..
Tak lebih dan takn pernah mengharap lebih.
Janji hatiku padamu biarkan kau bahagia..
Mantan Terindahku
Sapamu tak seindah yang dulu..
Senyummu tertahan di sudut bibirmu..
Mantanku..
Pesonamu masih tertinggal di hatiku..
Kumbang yang dulu ku puja..
Yang ku jaga dalam kasih setia..
Ku rindu ku sayang dan ku cinta..
Membuaiku dengan penuh romantisme asmara..
Andai saja kau takdirku..
Andaikan kau masih jadi milikku..
Kan ku tempatkan kau di taman hatiku..
Ku suguhkan bunga bunga cinta yang tumbuh dari ketulusanku..
Sapamu tak seindah yang dulu..
Senyummu tertahan di sudut bibirmu..
Mantanku..
Pesonamu masih tertinggal di hatiku..
Kumbang yang dulu ku puja..
Yang ku jaga dalam kasih setia..
Ku rindu ku sayang dan ku cinta..
Membuaiku dengan penuh romantisme asmara..
Andai saja kau takdirku..
Andaikan kau masih jadi milikku..
Kan ku tempatkan kau di taman hatiku..
Ku suguhkan bunga bunga cinta yang tumbuh dari ketulusanku..
DALAM ISTIGHFARKU
Dalam istighfarku..
Ku tahan segala gejolak emosi dalam dadaku
Dalam istighfarku...
Ku berserah diri diantara kekecewaanku
Dalam istighfarku...
Ku termenung terdiam menahan egoku
Dalam istighfarku..
Ku terisak menahan sesak diantara sakitku
Istighfarku..
Dalam istighfarku..
Ku tahan segala gejolak emosi dalam dadaku
Dalam istighfarku...
Ku berserah diri diantara kekecewaanku
Dalam istighfarku...
Ku termenung terdiam menahan egoku
Dalam istighfarku..
Ku terisak menahan sesak diantara sakitku
Istighfarku..
Ku sebut nama-MU
Kuatkan aku...
Tegarkan aku...
Ikhlaskan aku...
Menjalani ujian-MU
Rencana-MU
Jalan hidupku
Setiap nafasku
Ku istighfarkan kepada-MU
Ya Tuhan...
Ampunilah aku
Ingin Menyebut-Mu
Dalam setiap degup jantungku
Ku ingin selalu menyebut nama-Mu
Di setiap tarikan nafasku
Ingin ku tasbihkan asma-Mu
Dalam kaki ku melangkah
Ku ingin selalu berpasrah
Dalam setiap resah dan gelisah
Ku selalu berdoa dan berserah
Dalam setiap denyut nadi
Ku bersyukur atas karunia Illahi
Ku ingin selalu sabar di hati
Atas ujian-Mu Ya Robbi
Hingga waktuku berhenti
Maut menjemputku nanti
Ku ingin selalu di ridhoi
Kepada-Mu ku serahkan hidup dan mati
Ya Allah Ya Robbi
Dalam setiap degup jantungku
Ku ingin selalu menyebut nama-Mu
Di setiap tarikan nafasku
Ingin ku tasbihkan asma-Mu
Dalam kaki ku melangkah
Ku ingin selalu berpasrah
Dalam setiap resah dan gelisah
Ku selalu berdoa dan berserah
Dalam setiap denyut nadi
Ku bersyukur atas karunia Illahi
Ku ingin selalu sabar di hati
Atas ujian-Mu Ya Robbi
Hingga waktuku berhenti
Maut menjemputku nanti
Ku ingin selalu di ridhoi
Kepada-Mu ku serahkan hidup dan mati
Ya Allah Ya Robbi
Cinta Yang Semu
Tinggal serpihan rindu..
Semunya cintamu tinggal cerita..
Yang ku cinta kini hadir menyapaku..
Dalam balutan rinduku..
Malam buta menjemput pagi..
Bagai mentari menjemput matahari..
Yang kini tak ku temukan jejak dirimu ..
Yang pernah ku titipkan cintaku..
Tinggal serpihan rindu..
Semunya cintamu tinggal cerita..
Yang ku cinta kini hadir menyapaku..
Dalam balutan rinduku..
Malam buta menjemput pagi..
Bagai mentari menjemput matahari..
Yang kini tak ku temukan jejak dirimu ..
Yang pernah ku titipkan cintaku..
Ibu . . .
Ibu melahirkan kita,
Sambil menangis kesakitan . . .
Masihkah kita menyakitkannya ?
Masih mampukah kita tertawa,
Melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh,
Membersihkan kotoran kita waktu masih kecil . . .
Memberikan ASI waktu kita bayi . . .
Mencuci celana kotor kita . . .
Menahan derita . . .
Menggendong kita sendirian . . .
Di saat ibumu tidur,
Coba kamu lihat matanya,
Dan bayangkan matanya takkan terbuka
untuk selamanya . . .
Tangannya,
Tak dapat hapuskan airmatamu . . .
Dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan . . .
Aku Cemburu
Aku cemburu...
Aku takut kehilanganmu,
Aku takut kau mencari cinta selain aku,
Aku takut kau melupakan cinta d hatiku,
Aku cemburu...
Krn kau jauh dariku,
Hingga ku ta dpt mencurahkan rasa cintaku padamu,Membuatku bimbang kau kan berpaling dr cintaku,
Ma'afkan aku...
Karena sikapku membuatmu jengah kpdku,
Bukan krn aku over protectife kpdmu,
Tp krn aku teramat sayang padamu,
Krn aku takut kehilangan cintamu...
Ma'f, Ku Akhiri Semua
Dulu..
Aku mrindukanmu,
Mngharapkanmu,
Mnanti khadiranmu,
Dulu..
Rasaku hnya trcurah untkmu,
Prhatian ini slalu padamu,
Stiap bait puisi cintaku untkmu,
Namun..
Smua tlah brubah,
Smua sudahlah musnah,
Smua tinggallah sumpah serapah,
Kau kira kamu siapa?
Kau kira kamu lebih baik dr sgalanya?
Tidak..
Kau tdk ada apa"nya,
Lebih buruk dr yg prnah ada,
Lebih naif dr yg prnah ku cinta,
Kamu pikir aku trgila"?
Kamu pikir hnya km yg ku damba?
Ma'f,kini ku akhiri smua..
RINDU
Ku coba memanggilmu..
Lirih terucap dalam hatiku..
Berharap pada cintaku..
Aku memanggil namamu..
Ingatkah kau kepadaku..
Adakah aku dalam hatimu..
Kenapa kau membisu..
Datanglah kasih,aku menunggumu..
Bersemayamlah dalam hati..
Tinggalah dalam mimpi..
Agar slu ku temukan..
Rinduku tiap pagi..
Pupus Harapan
Untuk sekian kalinya aku berharap..
Kau adalah yang terakhir untukku..
Namun harapku tetap jadi gelap..
Karna tak ada harapan darimu..
Aku mencintaimu kebih dari yang kau tau..
Namun cintaku tak pernah terlihat jelas dimatamu..
Dan untuk mengakhiri cinta ini yg kita padu..
Sungguh aku tak mampu..
Pernah ku coba tuk menghapus harapan..
Namun tak juga bisa aku lupakan..
Ketika waktu telah berlalu..
Harapan berubah jadi angan-anganku..
Entah dengan apa yang bisa harus ku hapus..
Jika hadirmu di hari-hariku tak pernah pupus..
Namun aku mengerti dirimu..
Seperti aku mengerti cinta ini..
Yg tak seharusnya meminta lebih darimu..
Dan ku coba tuk terima semua ini..
Ku titipkan Hatiku..
Tinggalkan aku...
Tanpa senyummu..
Jangan usap air mataku..
Kejarlah kekasihmu...
Lepaskan genggam iba
Palingkan wajah cinta
Dia menunggumu di sana
Berharap besar pada cintanya
Biarkan aku pergi..
Melepaskan mimpi hati..
Membuang janji janji...
Sendiri tanpamu lagi..
Aku tetap milikmu..
Ada dalam hatimu..
Selalu merindumu..
Selalu mencintaimu..

assikkk..
BalasHapus